Menu

Mode Gelap
Turunkan Angka Perokok Aktif di Asia Pasifik, Kemendagri Dorong Perlibatan Lintas Sektor Dalam Penerapan KTR di Daerah Dirjen Bangda: ICT IPDMIP Tingkatkan Potensi Ekonomi Petani Melalui Transformasi Digital Kemendagri Mendorong 12 Provinsi Prioritas Mengimplementasikan Hasil Pendampingan Terpadu Inilah Lima Menteri Kabinet Indonesia Maju Peraih Korpri Award 2022 Kemendagri Menyerahkan Hasil Asistensi Dokumen RKPD Tahun 2023 Tiga DOB Provinsi Papua

Pariwisata · 5 Mei 2022 19:27 WIB ·

Sungai Cisadane: Sejarah, Cerita Mistis Dan Pemanfaatannya


 Sungai Cisadane: Sejarah, Cerita Mistis Dan Pemanfaatannya Perbesar

OKINMEDIA.ID, Tangerang – Sungai Cisadane merupakan sungai yang memiliki panjang 126 km dan melintasi Kota Tangerang.

Dulu, Sungai Cisadane dimanfaatkan para pedagang Tionghoa untuk berlayar masuk ke pedalaman ke daerah Tangerang.

Sungai Cisadane memiliki luas sekitar 154.654 ha dan meilntasi sebanyak 44 kecamatan di 5 kabupaten/kota yaitu Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kab. Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan.

Dari bagian hulu hingga sampai Tangerang, Sungai Cisadane memiliki tebing sungai yang terjal dan dalam.

Namun, selepas Tangerang menuju muara, tebing Sungai Cisadane kian rendah, dan aliran Sungai Cisadane mulai melebar.

Aliran Sungai Cisadane berasal dari anak-anak sungai yang berhulu di lereng Gunung Pangrango dan Gunung Salak di Bogor.

Baca Juga :  Cara Masuk dan Tarif ke Atlas Beach Club Bali

Nama Sungai Cisadane berasal dari bahasa sansekerta ‘sadane’ yang berarti kerajaan dan bahasa Sunda ’ci’ yang berarti air.

Jadi, Sungai Cisadane diartikan sebagai air istana kerajaan.

Versi lain diungkapkan oleh Abah Mustayah, seorang budayawan Tangerang, yang menyatakan jika “cisadane” berasal dari bahasa Sunda yang berarti air yang riaknya gemuruh.

Hal tersebut dikarenakan dahulu arus air sungai tersebut sangat deras dan bersuara gemuruh.

Sungai Cisadane juga terdapat sebuah cerita misteri tentang buaya putih, konon dulu buaya putih pernah muncul menjelang banjir besar sekitar tahun 1932.

Terdapat juga misteri kura-kura berukuran besar yang di punggungnya terdapat tulisan huruf Cina.

Menurut catatan sejarah abad 16, banyak kapal dagang kecil memasuki muara Cisadane di pesisir Laut Jawa untuk berlabuh ke Tangerang.

Baca Juga :  Obyek Wisata Panyangrayan Tasikmalaya Jadi Buruan Wisatawan

Kala itu daerah Mauk, Kedaung, Sewan, Kampung Melayu, dan Teluk Naga, masih berupa rawa-rawa, sehingga muara Cisadane masih berada di dekat Tangerang.

Aliran air Cisadane dimanfaatkan sebagai produksi air bersih yang memasok Tangerang, pusat irigasi, serta pengendali banjir.

Pemanfaatan Sungai Cisadane, menjadi penyedia air bersih, mulai dilakukan sejak tahun 1930-an oleh Hindia Belanda.

Selain sebagai pemasok kebutuhan air bersih, Sungai Cisadane juga dimanfaatkan untuk perayaan festival lokal di Tangerang, yaitu Festival Cisadane yang ada sejak 1995.

Sungai Cisadane juga memiliki potensi untuk menjadi tempat wisata.

Artikel ini telah dibaca 218 kali

Baca Lainnya

Cara Masuk dan Tarif ke Atlas Beach Club Bali

19 Agustus 2022 - 12:38 WIB

Obyek Wisata Panyangrayan Tasikmalaya Jadi Buruan Wisatawan

7 Mei 2022 - 22:27 WIB

Destinasi Wisata Kepulauan Seribu Ramai Dikunjungi

7 Mei 2022 - 20:31 WIB

Pantai Widuri Pemalang Peredam Kepenatan Arus Balik Lebaran

5 Mei 2022 - 21:15 WIB

Lebaran 2022 Kebun Binatang Surabaya Tetap Buka, Pengunjung Patuhi Proses

2 Mei 2022 - 01:45 WIB

Desa Wisata Tondok Bakaru Lolos Penilaian 50 Besar Nasional ADWI 2022

30 April 2022 - 21:29 WIB

Trending di Pariwisata